Monday, 29 August 2016

Penyebab mesin overheating dan cara mengatasinya

Posted by   on



Selamat datang kembali para blogger mania bertemu kembali pada postingan saya kali ini yang berjudul penyebab mesin overheating. Jika anda sedang dalam perjalanan jauh akan tetapi indikator mesin menunjukkan “hot” maka jangan meremehkan hal tersebut, segera menepi di jalan yang aman. Karena temperatur mesin yang sudah terlalu panas dan dipaksakan untuk jalan maka kerusakan akan timbul pada bagian komponen lain. Contohnya silinder head akan melengkung ketika mesin mengalami overheat. Di bawah ini merupakan sebab sebab mesin mengalami overheat.
suhu mesin normal


1.       Coolant 
Di dalam sistem pendingin colant merupakan komponen yang sangat penting sebagai pendingin suhu mesin. Jika volume coolant kurang maka bisa menyebabkan overheating, periksa juga pada resevoir pastikan coolant berada pada garis  F.kualitas coolant juga berpengaruh pada kinerja sistem pendingin. Jika radiator diisi menggunakan air sumur maka bisa berdampak timbul lapisan kerak pada sistem pendingin sehingga pendinginan akan tidak maksimal.
2.       Thermostat
Komponen ini berfungsi untuk mempercepat mesin dalam mencapai suhu ideal, dengan cara menutup pada suhu dibawah 80-90 derajat celcius dan membuka setelah suhu kerja mesin tercapai. Bagaimana jika komponen thermostat rusak? Terdapat beberapa kemungkinan kerusakan pada thermostat diantaranya thermostat selalu membuka atau bahkan thermostat tidak membuka pada suhu yang telah ditentukan. Jika thermostat tidak membuka pada suhu yang telah ditentukan maka cairan pendingin akan selalu melewati saluran bypass akibatnya  coolant tidak akan melewati kisi kisi radiator dan terjadilah overheat.
3.       Radiator
Periksa kisi kisi radiator dari penyumbatan kerak. Periksa juga kebersihan kisi kisi radiator bagian luar karena jika kotor akan mengurangi kinerja radiator. Dan selalu pastikan bahwa tidak terdapat kebocoran pada upper tank, lower tank, maupun kisi kisinya.
4.       Tutup radiator
Fungsi dari tutup radiator adalah sebagai pengatur tekanan coolant pada sistem pendingin. Jangan mengganti tutup radiator dengan spesifikasi yang tidak sesuai dengan buku pedoman reparasi. Pada tutup radiator pada umumnya memiliki 2 katup yaitu katup tekan dan katup hisap. Fungsi katup tekan yaitu sebagai antisipasi ketika cairan pada sistem pendingin memuai, sesuai tekanan yang telah ditentukan pada tutup radiator maka cairan tersebut akan mengalir ke resevoir tank melalui tutup radiator. Sedangkan fungsi katup isap adalah sebagai jalur masuknya coolant dari resevoir tank ke sistem pendingin.
5.       Motorfan/ kipas radiator
Komponen ini berfungsi untuk melancarkan sirkulasi udara pada radiator. jika komponen ini rusak maka mesin akan cepat panas. Terdapat beberapa tipe kipas radiator diantaranya elektrik dan konvensional. Pada kipas radiator tipe elektrik ada beberapa penyebab kerusakan yaitu dari motornya, wiring, bahkan sensor suhu pendingin WTS (water temperature sensor) atau baca cara memperbaiki kipas radiator elektrik yang mati. Sedangkan pada kipas tipe konvensional terdapat beberapa kemungkinan diantaranya kopling fluida rusak atau bisa drive belt selip atau putus.
6.       Kebocoran coolant
Periksa juga kebocoran cairan pendingin pada bagian persambungan selang, waterpump, kebocoran coolant menyebabkan cairan pendingin cepat berkurang dan ujung ujungnya mesin jadi overheat.
Nah demikian beberapa penyebab mesin mengalami overheating semoga bisa menjadi referensi temen temen semua. Untuk menjaga mesin tidak overheating maka lakukan perawatan kendaraan secara berkala. dan kendarailah mobil dengan gaya berkendara yang sewajarnya. Sekian semoga bermanfaat jika ada yang ingin ditanyakan atau menambahkan komentar silahkan ditulis di bawah. Salam sukses..

1 comment:
Write komentar
  1. jadi kalau kerasa mesin sudah hot harus segera diperbaiki yaa...
    solder uap

    ReplyDelete

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - https://t.co/quGl87I2PZ
Join Our Newsletter