Wednesday, 26 April 2017

Hal hal yang dapat menyebabkan kerusakan mobil anda

Posted by   on




Selamat datang kembali para blogger mania bertemu kembali pada postingan saya kali ini yang beerjudul tentag hal hal yang dapat mempercepat kerusakan pada mobil. Kegiatan kita sehari hari tidak lepas dengan yang namanya alat transportasi pribadi. Nah ternyata terdapat beberapa kebiasaan yang sering kita lakukan dan tanpa sadar hal tersebut merupakan hal hal yang dapat mempercepat kerusakan pada mesin mobil anda.


Pada pembahasan kali ini saya akan membahas seputar kebiasaan-kebiasaan yang tanpa disadari akan mempercepat kerusakkan pada mobil anda. Berikut pembahasannya

Mengganti part dengan non genuine.

Dengan berbagai alasan pengggantian part atau komponen pada mobil dengan yang tidak original ternyata dapat membuat masalah pada mobil anda. Contohnya:  mengganti filter udara dengan filter udara yang palsu yang lebih murah harganya. Secara bentuk memang tidak terlalu jauh dengan barang yang asli, akan tetapi kualitasnya dapat dibilang jauh. Contohnya pada bagian seal karetnya, filter udara palsu menggunakan karet yang kurang berkualitas sehingga air dari luar filter dapat terhisap dan masuk ke mesin. dan akibatnya fatal yaitu bisa turun mesin karena stang piston bengkok yang disebabkan karena piston mengkommpresi air. Contoh lain adalah busi, busi dengan spek racing memang banyak di hual di pasaran, akan tetapi apakah busi racing semuanya bagus? Tentu tidak. Kita harus memilih part yang berkualitas dan spek yang sesuai contohnya jika busi pada mobil yang standard menggunakan busi yang memakai resistor, maka jangan ganti dengan busi yang tanpa resistor. Hal ini mungkin dapat menyebabkan lampu chek engine menyala, karena terdapat interferensi  gelombang radio antara sistem pengapian busi dengan mikro kontroler pada komputer. Nilai panas busi juga harus tepat. Jangan sampai berbeda jauh dengan busi standard.

Mengabaikan servis berkala

Mengabaikan servis berkala tentunya adalah kebiasaan beberapa orang yang mengira bahwa dengan ganti oli secara rutin mobil sudah dapat dipakai dengan aman dan nyaman. Akan tetapi tidak demikian, servis berkala tidak hanya mengganti oli saja akan tetapi melakukan pemeriksaan dan perawatan pada komponen mobil.  Contoh dari hal ini misalya seseorang mempunyai sebuah kendaraan yang diganti olinya secara rutin dan tidak melakukan servis berkala di bengkel terpercaya, dan komponen businya sudah mengalami keausan, akibatnya pembakaran pada ruang mesin tidak akan sempurna yang mengakibatkan tenaga kurang dan cenderung boros bahan bakar.


Perilaku mengemudi

Perilaku mengemudi beberapa orang tentunya berbeda beda. Ternyata ada kebiasaan mengemudi yang tanpa kita sadari dapat merusak mobil contohnya

1.       Meletakkan kaki diatas pedal kopling secara terus menerus, bagi pemula yang baru saja belajar mengemudi tentu ada sebagian yang masih takut2 dan menginjakkan kaki di pedal kopling secara tidak sadar.  secara teknis kopling digunakan untuk melepaskan putaran dari mesin dan input transsmisi. Nah jika kopling kita injak terus menerus maka akan tejadi keausan pada release bearing , karena release bearing hanya mengandalkan pelumasan vet atau gemuk. Sehingga lama kelamaan release bearing menjadi ngreggel dan berbunyi abnormal. Akibat lain dari menginjak pedal kopling secara terus menerus adalah ausnya kampass kopling yang dikarenakan selip. Jadi menginjakkan kaki di atas pedal kopling secara terus menerus tidak dianjurkan kalau komponen kopling pada mobil anda ingin awet. Sebaiknya gunakan kopling pada saat perpindahan gigi dan ketika berjalan pelan atau tanjakan untuk menghindari mesin mati

2.       Menginjak pedal gas secara tiba tiba. selain mengakibatkan boros bahan bakar, menginjak pedal gas secara tiba tiba tidak dianjurkan bagi kesehatan mesin.


3.       Menginjak pedal rem dengan pedal gas secara bersamaan. Pada mobil matic memang hanya memiliki 2 buah pedal, yaitu rem dan gas saja. tetapi bukan berarti 2 pedal untuk 2 kaki yang benar hanya menggunakan kaki kanan saja untuk mengoperasikan salah satu diantara kedua pedal tersebut. Akibat yang ditimbulkan jika kita sering melakukan negas sambil menginjak rem yaitu cepat habisnya kampas rem dan mungkin  dalam jangka panjang akan merusak transmisi.


4.       Tidak menetralkan transmisi matic dengan waktu yang lama. Jika kita berhenti lama akan tetapi tuas transmisi kita berada pada posisi D maka sebaiknya kita memindahnya ke posisi netral. Agar tidak membebani mesin dan transmisi otomatis.

Nah demikian pembahasan mengenai hal hal yang dapat di hindari agar mobil kita menjadi lebih awet, aman dan nyaman ketika dikendarai.  Semoga dapat bermanfaat bagi temen temen semua, dan jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar. Salam sukses..

1 comment:
Write komentar
  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - https://t.co/quGl87I2PZ
Join Our Newsletter